Backpacking bali, malang n djogja Part 2: Malang n Jogja

Sixth day,

Kami sampai di stasiun kereta api banyuwangi sekitar jam 2.00am. Keberangkatan Banyuwangi-Malang paling awal jam 6 pagi, sehingga kami harus menunggu sampai jam 6 pagi. Menjelang jam 6.00 kami istirahat di teras depan stasiun, sebagian tidur dan sebagian lagi berjaga. Disini tidak hanya kami, ada banyak penumpang lain yang menunggu keberangkatan pagi tidur di teras stasiun ini, jadi kondisinya cukup aman.

Sesuai rencana:

1. Banyuwangi-Malang

2. Malang-Jogjakarta

3. Jogjakarta-Bandung (home sweet home)

Sebenarnya pada awalnya kami berencana akan ke gunung bromo, tetapi karena waktu itu gunung bromo sedang pada status siaga, tidak boleh ada yang menaiki gunung, lagipula debu gunung ini sangat tebal dan bisa menganggu pernapasan. Jadi kami membatalkan rencana tersebut.

Tepat pukul 6.00, kereta yang kami tumpangi berangkat menuju Malang. Kami menumpangi kereta kelas ekonomi, ongkosnya murah, cuma sekitar 20ribuan. Saat ini kami cukup lelah sehingga selama di kereta kami kebanyakan tidur.

Sekitar pukul 2.oopm, kami sampai di stasiun kereta api malang. Malang adalah kampung halaman sakah satu teman kami, Dhito. Jadi kami menginap di rumah Dhito. Dari stasiun kami naik angkot yang aku lupa arah dan angkotnya apa. Setelah berapa lama, lalu kami turun dari angkot, aku mengira kami sudah sampai. Ternyata belum, Dhito mengajak kami makan baso yang katanya paling enak di Malang, saya lupa nama tempatnya, yang jelas tempatnya dipinggir rel kereta api. Jadi suasananya cukup unik, ketika sedang makan baso, sesekali kita akan menyaksikan kereta api lewat disamping teras warung baso tersebut. Baso disini memang terasa lezat sekali, entah karena emang lezat atau karena kami lapar, atau dua-duanya, haha. Yang jelas baso disini memang maknyus…

@kereta Banyuwangi-Malang

makan baso rudal di pinggir rel kereta api

Setelah puas makan baso, kami melanjutkan perjalanan menuju rumah dito menggunakan angkot. Kami sampai di rumah dito sekitar pukul 3.oopm. Begitu sampai dirumah dito, kami disambut baik oleh kedua orang tua dito. Orang tua dito sangat ramah dan baik. Kami disuguhi nasi rawon, makanan khas jawa. Sebenarnya nasi rawon buatan Ibu dito enak, cuman dasar lidahku lidah padang, tetap saja yang pedas2 adalah yang paling enak, haha. Setelah perutku penuh, kamipun beristirahat sejenak di kamar dito, merapikan isi backpack dan mandi sepuas-puasnya. Btw, kami belum mandi selama 2 hari, sejak di Bali, haha. Betapa segarnya setelah mandi sepuas-puasnya, debu yang tebalnya 1cm di kulitpun sirna, kulit kembali bersinar.

Menjelang sore, kamipun mengisi waktu dengan bermain badminton di lapangan mesjid depan rumah dito, kami membuat lapangan sendiri dan net menggunakan tali rafia. Sangat sederhana, tapi kreatif. Kami main badminton hingga magrib menjelang. Saat malam hari, kami istirahat, tidur dengan pulas.

Seventh day,

Pagi hari, jam 5.00 kami bangun untuk shalat subuh, lalu bersiap-siap untuk rencana berikutnya, yaitu mengunjungi Jatim park. Jatim park adalah wahana permainan mirip dufan yang terletak di daerah yang bernama batu. Untuk menuju kesana kami menaiki angkot. Salah satu temanku bernama Haris akan bergabung dengan kami ke Jatim Park. Kami janji bertemu di jalan menuju kesana, karena kebetulan dekat dengan jalan yang akan kami tempuh. Haris adalah teman sejurusanku, Teknik Informatika, wong asli malang, cuma ada marga Lubisnya, haha.

Sesuai rencana, haris sudah menunggu di jalan, dan bergabung dengan rombongan kami. Kami sampai di Jatim Park sekitar pukul 10.ooam. Jatim Park ini cukup ramai, karena mirip dengan dufan, tetapi lebih banyak anak-anak. Cukup menyenangkan mengahabiskan waktu di Jatim park.

@Jatim Park

Oh ya, ada yang lupa aku ceritain, Kakiku bengkak dan sakit banget pas jalan. Pakai sendalpun terasa sakit. Aku ngga tau apa sebabnya, kemungkinan karena kakiku kurang bergerak. Bagaimana tidak, dari Bandung ke Jogja berdiri sepanjang malam, dari jogja Banyuwangi duduk sepanjang hari, lalu di Bali nyetir hampir 20 jam dengan kondisi macet2, lalu duduk lagi dikereta seharian. Mungkin gara-gara itu, telapak kaki ku bengkak dan sakit kalau kepencet.

Lanjut, setelah sightseeing dan mencoba wahana di Jatim Park, sekitar pukul 2.00pm, kami balik ke rumah dhito. Lalu kami pamit untuk melanjutkan perjalanan menuju kota jogja. Oh ya, aku tidak lupa untuk membeli kerupuk buah khas Malang sebagai oleh-oleh, karena katanya tidak sah ke Malang kalau tidak membeli kerupuk buah. Kami berangkat dari stasiun malang sekitar pukul 4.pm.

Eight day,

Kami sampai di stasiun jogjakarta sekitar pukul 1.00am tengah malam. Kami tidur di kursi-kursi yang tersedia di stasiun sampai pagi menjelang. Stasiun jogja cukup bersih, dan fasilitasnya lengkap, ada kamar mandi yang cukup bersih. Ada satu hal perbedaan antara mushalla/mesjid yang ada di sumatera dan jawa, di sumatra mushalla dan mesjid buka 24 jam, dan siapapun boleh saja menginap di sana asalkan tidak mengganggu kebersihan, tatapi di jawa kebalikannya.

Saat akan tidur di stasiun ini, saya melihat seorang cewe dengan backpack baru datang dari Bandung, duduk di kursi sampingku. Nanti akan kuceritakan ternyata nantinya kami akan jadi partner jalan-jalan di jogja.

Oh ya, untuk perjalanan seterusnya kami cuma bertiga, karena Kamal memisahkan diri dari rombongan, Kamal melanjutkan perjalanan ke Solo. Lalu kami bertiga berangkat dari stasiun menuju candi perambanan setelah sarapan pagi. Sarapan pagi disini murah sekali, nasi gudeg hanya 5000 rupiah, sudah pakai goreng ayam. Di stasiun juga ada loker tempat penitipan tas, sehingga kami tidak perlu membawa backpack kemana-mana.

Pagi ini, kami pergi menuju candi perambanan menggunakan bus, satu hal yang menyenangkan di jogja adalah tidak ada angkot, transportasi utamanya adalah bus seperti busway yang ada di jakarta, sangat nyaman. Saat di bus, sekali lagi saya melihat cewe yang saya lihat sebelumnya di stasiun. Lalu saat turun di halte candi perambanan, dia juga ikut turun, aku penasaran. Dari halte bus menuju candi prambanan, kami berjalan kaki. Saat berjalan kaki, kami bertemu lagi dengan dia, menuju arah yang sama, yaitu candi prambanan, lalu saya berpikir, apa yang dilakukan seorang cewe sendirian ke candi perambanan.

Di loket pembelian tiket, ada dua pilihan tiket, candi prambanan saja dan paket candi prambanan+candi boko, perbedaan harganya cuma 10.000 rupiah. Lalu kami memutuskan untuk mengambil paket candi prambanan+candi boko seharga 30.000 rupiah. Kebetulan, cewe tadi juga memutuskan untuk mengambil paket, yang berarti bareng dengan kami. Saya langsung saja mengajak kenalan, namanya ternyata Mita, dan dari Bandung. Kebetulan dia sedang ambil cuti untuk suatu rencana, tapi gagal, sehingga dari pada tidak melakukan apa-apa, mending jalan-jalan ke candi prambanan.

Dari point ini, anggota romobongan menjadi 4 lagi. Kami sightseeing di candi prambanan. Kompleks candi ini cukup luas dengan rumput yang hijau dan bersih. Setelah itu, kami berangkat ke candi boko menggunakan minibus yang disediakan oleh paket tadi. Jarak candi prambanan ke candi boko cukup dekat, hanya sekitar 5km. Sebenarnya saya baru kali ini mendengar candi boko, ternyata memang candi ini baru selesai di pugar dan dibuka untuk umum. Komplek candi ini cukup luas, namun bangunan candinya sudah banyak yang runtuh.

@candi prambanan

kereta keliling candi prambanan

ditengah komplek candi boko

Setelah puas sightseeing di candi boko, kamipun balik ke candi prambanan, itu sekitar pukul 11.30am. Kebetulan saat itu hari Jumat, sehingga kamipun menuju mesjid yang terdapat di depan komplek candi prambanan. Sampai disini mbak Mita bergabung dengan kami, karena dia akan menuju ke tempat lain, sehingga tim menjadi 3 orang lagi.

Setelah shalat Jumat, kami makan siang di dekat mesjid tersebut. Selanjutnya kami menuju jalan malioboro untuk membeli beberapa helai baju untuk dijadikan buah tangan. Lalu kami berjalan ke ujung jalan malioboro untuk melihat keraton, tetapi kami kesorean, karena keraton sudah tutup. Kamipun mencari tempat lain yang bisa dikunjungi, ternyata ada namanya benteng Vredeburg. Benteng Vredeburg adalah benteng peninggalan penjajah kolonial Belanda. Benteng ini  juga merupakan museum. Isi museum ini cukup banyak dan sangat menarik untuk dieksplorasi. Udara di benteng ini cukup sejuk berkat pepohonan, terlebih benteng ini cukup bersih, sehingga nyaman untuk duduk-duduk istirahat.

Setelah magrib, kami pun memulai wisata kuliner, yaitu mencicipi warung lesehan yang terdapat di jalan malioboro saat malam hari. Banyak sekali warung disini, menawarkan berbagai macam menu mulai dari soto, mi bla bla bla, dll. Sayapun memesan mi bla bla bla, saya lupa namanya, haha. Sebenarnya dari segi rasa biasa saja, cuman suasananya yang membuat makan disini terasa enak, itulah yang disebut suasana jogja.

Kebetulan hari ini adalah tanggal 31 Desember, artinya nanti malam ada pesta tahun baru yang meriah. Sejak jam 7.00pm, kawasan sekitar malioboro sudah dipenuhi oleh warga jogja yang ingin merakayan tahun baru. Kamipun menghabiskan waktu menikmati keramainan disini sampai tengah malam. Tepat saat pergantian tahun, kembang api dilepas keudara. Kembang api ini sunggu menawan, dengan berbagai macam bentuk dan warna. Membuat suasana perayaan tahun baru semakin meriah. Pemda jogja ikut dalam perayaan ini, sehingga kembang api yang diluncurkan ke udara sangat banyak seperti konfeti.

Sungguh hari yang menyenangkan. Begitu banyak yang bisa dikunjungi hari ini. Diakhiri dengan pesta kembanh api yang sungguh menakjubkan. Lalu kami balik ke penginapan gratis, yaitu stasiun kereta api jogja. Kami tidur di stasiun untuk yang kedua kalinya, saya yakin pedagang disana hafal dengan wajah kami, haha. Btw, tidak ada salahnya tidur di stasiun, pengalaman yang berkesan sekali, rugi kalau tidak pernah mencoba.

suasana di dalam busway jogja

di depan pendopo keraton jogja

benteng Vredeburg

makan lesehan malioboro

new year 2011

Ninth day,

Dipagi hari yang masih dingin ini, alangkah enaknya untuk melanjutkan tidur, tetapi jam 5.30 ini aku sudah dibangunkan oleh satpam stasiun, padahal aku masih ngantuk. Tetapi beginilah resiko tidur di stasiun. Dengan semangat jalan-jalan yang tinggi, ngantuk tidak menjadi rintangan. Setelah mandi di stasiun, kami berangkat keluar stasiun mencari sarapan. Setelah sarapan, kami berangkat menuju destinasi terakhir, yaitu Gunung Merapi. Baru beberapa bulan yang lalu, gunung ini meletus dan memakan banyak korban jiwa, termasuk mbah marijan. Aku penasaran bagaimana kondisi area kaki gunung merapi saat ini. Saat ini dilarang untuk menaiki gunung Merapi, cuma boleh sampai kaki gunung.

Dari stasiun, kami menggunakan busway, lalu disambung dengan bus kecil ke desa yang aku lupa namanya. Dari desa tersebut, kami naik ojek ke kawasan korban lahar dan awan panas merapi. Ketika sampai disana, sejauh mata memandang, yang terlihat hanyalah warna hitam abu abu, pohon yang hangus terbakar, tanah yang berwarna hitam dan debu yang tebal. Semuanya daerah sepanjang 20 km yang dilalui oleh lahar dan awan panas merapi hangus rata dengan tanah, Begitu dahsyat kerusakan yang diakibatkan oleh gunung ini. Kamipun berjalan menelusuri bekas alirah lahar ini. Deskripsi keadaan tersebut akan lebih jelas melalui foto di bawah ini.

pohonpun hangus

tidak ada yang tersisa

kaki merapi

recovery

Sekitar pukul 2.00pm, kami balik menuju kota Jogja untuk bersiap balik ke Bandung. Kami mengincar kereta dengan keberangkatan pukul 8.00pm. Untuk naik ke kereta kami harus berebutan dan berdesakan dengan penumpang lain. Hampir saja kami tidak kebagian tempat, tetapi berkat nekat kamipun dapat tempat meskipun berdiri di dekat toilet. Aku berdiri di kereta dari Jogja semalaman. Pagi harinya, badan terasa sangat lelah, tetapi kelelehan ini tidak berasa karena kepuasan backpacking kali ini. Kurang tidur tidak masalah, sesampai di kost bisa dibalaskan. Sungguh pengalaman backpacking yang sangat berharga dan menyenangkan.

The End.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s