Memilih jurusan di perguruan tinggi

Saya masih ingat ketika kelas 3 SMA, hal yang paling sering dikatakan oleh sebagian besar guru adalah, “pilih jurusan x aja, nanti gampang cari kerja, gajinya besar”. Setidaknya hal itulah yang paling sering didengan oleh siswa SMA saat berada dikelas 3 dan dalam waktu dekat harus menentukan pilihan jurusan di perguruan tinggi. Hal ini sangat mempengaruhi saya dalam memilih jurusan. Namun setidaknya saya mempunyai cara pandang yang berbeda dengan guru. Saya memilih jurusan yang passing grade-nya tertinggi ITB, waktu itu adalah STEI (Sekolah Teknik Elektro dan Informatika).

Alhamdulillah saya mendapatkan apa yang saya targetnya. Tetapi lain halnya dengan beberapa orang teman yang tidak dapat jurusan pilihan pertamanya. Jika ditilik, sebagian besar teman-teman saya memilih jurusan juga bukan berdasarkan kesukaan/passion, melainkan berdasarkan apa yang sang guru katakan tersebut.

Hal diatas adalah bukti buruknya sistem pendidikan menengah di Indonesia. Siswa tidak diarahkan berdasarkan minat, kemampuan, dan passionnya. Para guru malah menanamkan nilai materialistis kepada murid-muridnya. Hal tersebut adalah kesalahan besar. Memilih jurusan seharusnya tidak mempertimbangkan nantinya bekerja dimana dan gajinya berapa. Memang kita tidak bisa ingkari bahwa uang adalah penting, namun jika kita bagus dan ahli dalam bidang kita, maka uang tersebut akan mengikut.

Untuk memilih jurusan, pilihlah jurusan yang anda minati, lupakan dulu masalah gaji dan lain-lainnya. Kalau memang sebagian besar lulusan jurusan yang anda inginkan gajinya kecil, maka jadikanlah diri anda orang pertama yang gajinya besar. Jangan sampai ourself is driven by environment in common, tapi kita yang harus membentuk lingkungan dan persepsi yang ada.

Untuk mengetahui jurusan yang sebenarnya anda minati, menurut saya ada tiga poin:

1. Galilah ilmu di SMA sebanyak-banyaknya dengan berbagai macam pelajaran, lalu temukan pelajaran apa yang paling anda senangi dan anda bagus dalam pelajaran tersebut.

2. Pelajarilah jurusan-jurusan yang ada di universitas, lalu anda cocokkan dengan pelajaran kesukaan anda di sekolah. Misalnya anda suka matematika dan fisika, maka jurusan yang relevan adalah elektro, mesin, dan sipil. Untuk mengetahui lebih dalam, anda bisa berkonsultasi dengan kakak alumni yang sedang kuliah di jurusan tersebut.

3. Setelah anda menentukan jurusan yang anda sukai, lalu anda pelajari universitas apa yang mempunyai jurusan terbaik sesuai dengan jurusan yang anda senangi. Setiap universitas mempunyai spesialisasi masing-masing.

Lalu tahapan selanjutnya adalah belajar dan berusaha sekuat mungkin untuk mendpatkan perguruan tinggi yang anda idam-idamkan. Ketika anda bekerja dan belajar sesuai dengan passion anda, maka hasil nya akan sangat maksimal dan tidak terbatas. Anda tidak akan merasa lelah atau terpaksa melakukannya. Otomatis aliran uang akan deras ke saku anda.

2 thoughts on “Memilih jurusan di perguruan tinggi

  1. kalau yang saya suka adalah pelajaran matematika , olah raga , dan komputer di kelas SMK . maka setelah kuliah nanti cocok.a masuk jurusan apa yah menurut kaka ? thanks

    • mm, itu masih perlu di pelajari lagi, km harus cari sendiri km cocoknya dimana. krna kalau cuma liat dari pelajaran kesukaan, ngga bisa. Saran saya, km mending pelajari tiap2 jurusan yg ada. bisa diliat di htttp://itb.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s