Tentang kenaikan harga BBM

Saya heran melihat mahasiswa Indonesia yang demo berlebihan terkait kenaikan harga BBM, apalagi yang diwarnai aksi anarkis. Memang kenaikan harga BBM akan berdampak kepada kenaikan harga barang, namun sebagai mahasiswa sebaiknya kita berpikir tidak hanya sebatas masalah kenaikan harga barang pokok. Seharusnya kita sebagai mahasiswa berpikir secara lebih comrehensif, karena kita adalah MAHASISWA. In case, masyarakat umum demo karena kenaikan BBM, its okay. Wahai para mahasiswa, cobalah anda pikir dengan lebih jernih dan pelajari hitung-hitungan angka kenaikan harga BBM.

Saya terkesan dengan pendapat pak JK tentang kenaikan harga BBM. Kita harus pikirkan apa resiko jika BBM tidak dinaikkan. Jangan hanya memikirkan “jika BBM naik, harga barang naik, dan bla bla bla”. Harga minyak dunia naik, otomatis besaran subisidi yang harus dibayarkan pemerintah akan bertambah besar. Akibatnya apa, pemerintah harus mengencangkan ikat pinggang, memangkas anggaran-anggaran lainnya, seperti insfrastruktur jalan, anggaran pendidikan , dll, yang notabene itu untuk rakyat juga.

Ada opsi lain bagi pemerintah, yaitu membuat hutang untuk menutupi kekurangan APBN. Pertanyaanya adalah, apakah wajar negara kita membuat hutang demi mensubsidi BBM yang kenyataannya sebagian besar dinikmati oleh kalangan menengah keatas!!??? Yang ujung2nya, hutang negara berarti hutang kita bersama juga sebagai NKRI. Lihat akibatnya apa bagi negara kita ini.

Lalu ada sanggahan, APBN cukup asalkan tidak di korupsi. Iya, betul itu, namun kondisinya sekarang bagaimana?? negara kita masih dalam proses mengentas kasus korupsi. Lalu ada lagi sanggahan, UUD kan mengamanatkan bahwa kekayaan alam indonesia yang mencakup hajat hidup orang banya dikuasai negara. Pertanyaannya, SDM kita saja belum cukup berkualitas untuk menhandle semuanya, lihat saja, mahasiswa kita kerjaannya demo mulu, bolos kuliah itu kan!?? Butuh SDM yang hebat itu untuk mengolah ladang minyak secara mandiri, ngga segampang membalikkan telapak tangan.

Mohon maaf jika ada yang tersinggung dengan tulisan ini, tapi cobalah untuk berpikir secara komprehensif dan terbuka. Yang kedua, jangan mudah terprovokasi dengan media massa, media massa itu mempunyai kepentingan sendiri, yaitu rating acara mereka!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s