Tips untuk tes FGD(Focus Group Discussion)

Saya telah menjalani beberapa FGD, setidaknya sampai saat ini sudah lebih dari 5 kali. Pertama kali tes FGD yaitu pada saat seleksi beasiswa Total Summer School, waktu itu saya mahasiswa semester 5. Itulah pertama kali dan terakhir kalinya saya gagal tes FGD. Hasil tes diumumkan 15 menit setelah diskusi. Saya sangat penasaran kenapa saya tidak lulus, sehingga saya langsung bertanya kepada psikolog yang mendampingi tadi. Ternyata kesalahan saya adalah terlalu mendominasi dan seolah-olah menempatkan diri sebagai moderator. Sebelumnya saya berpikir bahwa orang yang mendominasilah yang akan dapat nilai bagus saat FGD, ternyata saya salah. Lalu saya mengevaluasi diri sendiri, berdasarkan penjelasan dari psikolog tersebut tentang bagaimana FGD yang baik, saya menemukan beberapa kesalahan yang saya lakukan.

Sekarang saya tidak akan menceritakan kesalahan saya itu apa, namun saya akan memberikan tips bagaimana menjalani FGD. Saya menulis ini berdasarkan pengalaman yang telah saya dapatkan, saya lulus FGD untuk tes Bank of Tokyo, Astra International, Pertamina, BRI, dan Schlumberger.

1. Jadilah diri anda sendiri. Jangan berusaha untuk menutup-nutui diri, tampillah apa adanya. Tidak perlu sok2 sopan serta perilaku yang dibuat-buat. tetapi bukan berarti anda pertingkah seenak hati juga. Ingat, hal yang paling susah dilakukan adalah menjadi diri sendiri. JIka anda bisa menjadi diri sendiri, ini adalah poin besar untuk anda.

2. Percaya diri. PD adalah modal utama bagi anda ketika interview dan FGD. Jika anda tidak PD, maka jangan berharap anda akan lulus. Jangan minder melihat atau mendengar pesaing saat interview atau FGD yang mungkin jago berbahasa inggris atau jago bicara. Tampilkanlah diri anda, kerahkanlah semua kemampuan dan potensi yang anda punya. Setiap orang adalah unik, jangan membanding-bandingkan diri anda dengan orang lain, masing2 kita punya kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu, tonjolkanlah kelebihan yang anda punya dengan penuh percaya diri. PD adalah poin yang sangat besar yang harus anda miliki.

3. Hilangkan beban2 di dalam pikiran anda. Pasti anda akan sering melakukan koreksi diri secara spontan saat FGD, memkikirkan apakah saya terlalu banyak bicara, apakah saya kurang ini, kurang itu, yang ujung2nya membuat rasa takut tidak lolos. Ini adalah hal yang dapat menjadi batu sandungan bagi anda. Jangan pikirkan masalah lulus atau tidak lulus, lakukan saja apa yang mesti anda lakukan saat FGD dengan sebaik-baiknya.

4. Setelah itu, fokuslah pada problem yang diberikan. Pada saat FGD anda akan diberikan permasalahan yang harus dipecahkan bersama-sama. Sangat tidak perlu untuk berniat menonjolkan diri. Jangan mencoba untuk unjuk gigi. Yang dilihat dari FGD bukanlah seberapa hebat anda, tetapi bisakah anda bekerja di dalam team. Fokuskan diri anda bagaimana caranya menyelesaikan masalah ini, demi kepentingan kelompok. Dengan begitu, anda akan berusaha maksimal demi kesuksesan kelompok. Alhasil, poin anda bagus. Banyak saya temukan orang yang “show off” dan berusaha mendominasi menunjukkan dirinya hebat, tapi itu salah besar. Disini dinilai teamwork dan interaksi sosial anda.

5. Komunikasi dengan baik. Disini dinilai seberapa bisa anda mempengaruhi orang lain. Inilah inti dari FGD. Mempengaruhi orang lain bukan berarti kita memaksakan kehendak dan pendapat. banyak orang yang salah arti, agar dinilai bisa mempengaruhi orang lain, dia ngotot, memaksakan pendapatnya. Ketika anda mengeluarkan pendapat, anda harus bisa membuat orang paham dengan apa yang anda sampaikan. Begitu tim anda paham, dan anda bisa memasuki alur berpikir mereka, maka mereka akan terpengaruh dengan pendapat anda.

6. Jangan memposisikan diri anda sebagai pemimpin atau moderator, itu kesalahan fatal. FGD adalah diskusi tidak terpimpin.

7. Utamakan kepentingan kelompok diatas kepentingan pribadi. Jangan takut pendapat anda disanggah atau tidak di gubris.

Mudah2an tips2 diatas dapat membantu anda, saya hanya ingin berbagi apa yang telah saya dapatkan. Semoga bermanfaat.

48 thoughts on “Tips untuk tes FGD(Focus Group Discussion)

  1. waw..luar biasa tipsnya..tolong dong sharing biasanya permasalahan yang seperti apa yang dijadikan pokok bahasan saat FGD..karena saya tidak ada bayangan sama sekali..apakah permasalahan tsb ada hubungannya dgn posisi/perusahaan yg kita lamar atau justru permasalahan umum yang sedang menjadi perbincangan orang banyak.terima kasih

  2. Permasalahan yang dijadikan pokok bahasan FGD adalah masalah yang tipenya konflik, tidak pernah ada topik yang ada hubungannya dengan posisi/perusahaan yang kita lamar.
    Tipikalnya adalah anda disuruh menyelesaikan sebuah permasalahan yang harus diselesaikan dengan kelompok anda.
    contohnya adalah:
    Anda dan kawan2 sedang hiking ke gunung. Lalu ketua regu dan satu teman anda diserang beruang, sehingga dia mengalami luka yang sangat parah. Lalu anda diberikan pada kondisi tertentu dan beberapa pilihan. Beruang tersebut masih berkeliaran di sekitar lokasi anda, karena dia sedang punya anak kecil, sehingga beruang itu menjadi ganas. Apakah anda akan mengevakuasi korban dengan tandu dimana kondisinya anda akan dengan sangat mudah diserang lagi, atau tetap tinggal di lokasi sementara beberapa orang turun untuk memanggil helikopter dimana anda juga akan beresiko diserang. Kalian juga disuruh mengurutkan prioritas perlatan yang akan anda bawa.
    Permasalahan ini harus anda selesaikan bersama kelompok, seolah2 anda sedang mengalami kondisi tersebut.

    Semoga membantu🙂

  3. mas tanya dong, kalau FGD biasa nya berapa lama ya ? seharian atau 1/2 hari ? lalu di hari yang sama setelah FGD apa lagi ?

    • To: Ari
      FGD paling lama cuma setengah jam. Biasanya sehari satu tes, jadi ngga mungkin setelah FGD ada tes lain lagi.

  4. Mas tanya lagi dong, kalau psikotest di pertamina biasa nya biasa nya 1harian penuh atau 1/2 hari ya ?
    lalu test kesehatannya jg 1harian penuh atau 1/2 hari ?

    Terimakasih

  5. terima kasih banyak bro, saya baru saja melakukan tes FGD, walau terlambat dapat informasi ini, tapi kondisi waktu diskusi lebih kurangnya sudah seperti di atas………..

  6. Halo mas, salam kenal.

    Tempo hari saya ikut tes FGD Slb, namun tidak lolos.
    Beliau yg mengetes kami menyatakan : “Regu kalian tidak ada yg memimpin,tidak ada timer, dan semua mau ngomong, akibatnya permasalahan terselesaikan dengan buruk. Itu kesalahan kalian.”

    Kecewa bgt waktu itu ga menunjukkan diri saya yg sebenarnya.

    Dalam waktu dekat bakal ada lagi tes Slb di kampus, thanks bgt mas infonya.

    Btw, bisa minta alamat email mas?

    Sekalian mo tau sharing2 di dunia kerja mas.

    Makasi ya, Mas😉

    • Halo salam kenal,
      masing2 perusahaan punya point tersendiri dlm menilai FGD, secara umum sih sama. Tapi SLB emang beda sendiri FGD nya, n menurut saya FGD SLB adalah FGD terburuk yg pernah saya ikuti, mereka agak ngasal. Intinya kalo FGD, tunjukkan dirimu yg sebenarnya, fokus ke objective kelompok. Jangan sok2 banyak ngomong utk pencitraan. Temukanlah peran kita dalam kelompok.
      Email saya: enriko.neo@gmail.com

  7. membantu sekali tips ini..makasih yah mas…
    sekaligus nanya dong mas, saat mau mulai diskusi,hal apah yang pertama harus saya lakukan (jika semua peserta pada diem) trus apa dalam FGD perlu ada moderator,,? jika ada,apa peran saya mengajukan diri sebagai moderator itu menguntungkan? dan apakah fungsi lain dalam diskusi (seperti notulen) itu perlu? hari senin besok saya tes FGD di Astra Interntional Daihatsu,, si mas punya bocoran ga di astra seperti apah FGD nya? ato minta contoh contoh soal FGD yg pernah mas jalanin dong (seingetnya ajah),,,makasih sebelumnya…

    • To Faizudin:
      Iya sama2.. kalau bisa kamu yang memulainya, itu poinnya gde banget. Biasanya pasti diam2, nah itu kesempatan buat kamu untuk memulai dan lebih hebat lagi kalau bisa mencairkan suasana (jaga batasannya, jangan sampai kamu mendominasi seolah2 kamu yang punya forum). Akan lebih baik kalau kamu jadi volunteer untuk notulensi, dan bisa menyimpulkan hasil diskusi.
      Tidak gampang membuat sebuah kesimpulan, sebagian besar orang hanya bisa berpendapat dan berpikir cemerlang, namun tidak bisa mengolah berbagai pemikiran dan ide banyak orang menjadi sebuah solusi dan kesimpulan.
      Goodluck FGD nya ya..

  8. Tambahan (Balasan via pm, biar yang lain juga bisa baca):

    Hal yang paling kritis di tahap awal adalah short interview pertama. Waktu saya dulu, kebetulan yang menginterview saya bule. Di interview sama bule, cina, n pribumi itu beda, butuh respon yang berbeda. Ketika di interview oleh bule, jangan muluk2, to the point saja, tetapi tetap santai, kalau bisa ajak bercanda, namun harus dengan percaya diri yang tinggi. Ketika jawaban kamu dibenturkan oleh dia, kmu harus tetap PD dengan apa pendapatmu. Asal kmu tau, di kalangan employeer bule, orang asia terkenal kurang PD, nah, jika kmu bisa PD tinggi, itu point plus.
    Lalu saat short interview pertama, kamu disuruh pilih kertas yang isinya masalah yang akan ditanyakan oleh interviewer nya. Kamu boleh minta waktu untuk berpikir dulu, jangan sok sok cepat mikir, langsung ngomong sambil mikir yang akhirnya malah ngga bermutu. take time to think, but fast.
    Kalau untuk tips FGD nya silakan bca komen2 yang udah saya tulis. Namun FGD SLB ini agak beda, kalau menurut saya kurang tertata, jadi kamu harus speak outloud, ngga apa2, pengecualian utk SLB.

  9. Salam kenal mas neo,
    Terima kasih info FGDnya mas, minggu depan saya mengikuti tes FGD di bank of tokyo, apa mas masih ingat bagaimana teknis dan trik khusus lulus FGD di bank of tokyo yang pernah mas ikutin?
    terima kasih

    • To Eben:
      Slamat ya udah sampe thap FGD. Yang penting fokus pada masalah yang dikasi, soalnya FGD BOT mantap. Ngga perlu show off tanpa isi, yang penting set tujuan kmu memecahkan masalah bersama, hilangkan ego.

  10. mas aq msih semster 4 nih..
    mau tnya jg..

    nglamar disetiap perusahaan itu pasti ada tahap FGDnya ya mas??
    truss itu buat FGD penilaiannnya berdsarkan ap sih??
    cara public speaking kita kah??
    ato ap mas…,,

    trims mas..🙂

    • To Ahmad:
      Sekarang, hampir semua perusahaan ngadain tahap FGD. di FGD bukan public speaking yang dinilai, tapi kerjasama kelompok dalam merumuskan atau memecahkan permasalahan. Jngan salah arti, soalnya banyak orang menganggap FGD itu public speaking, jdi pas FGD pada berkoar2. Bukan itu yang diinginkan dari FGD. No matter how much you talk, but how good you communicate. Jdi intinya kerjasama, fokus pda permasalahan kelompok, ini bukan ajang siapa yang paling jago ngomong.

  11. Makasi y mas atas infonya. Saya belum pernah mengalami tes FGD, dan baru ketemu referensi y bagus banget. Mas,blh tau gak,kalau setiap perusahaan tes FDG sama atau tidak. Soalnya saya mau tes FDG di Angkasa Pura 2.
    Makasi mas🙂

  12. thanks mas bro infonya… kebetulan week end ini ane psikotes + FGD d BPD..
    mau tanya, biasanya penilaian FGD ini personal atau kelompok? jadi dalam 1 kelompok itu bisa ada yg lolos tp ada jg yg gak lolos, atau nasibnya jg per kelompok lolos gaknya?
    thanks bro sebelumnya…

  13. Mas ada pengalaman FGD di Sampoerna ga?kebetulan besok saya ada FGD untuk graduate trainee di sana. Setelah saya baca tadi di atas, mas menyebutkan klo kita bisa mulai duluan n memecah suasana itu poin besar, tapi gmana cara permulaan yang pas yang ga ngebuat kayak kita itu nguasain diskusi?terus klo FGD ini sebenernya ga ada bener n salah yah?asal kita bisa kasi alasan yg jelas ga masalah ya?Bagaimana klo kita ga setuju ato punya pendapat yang bertentangan?apa kita musti sambung2in sama jawaban kita spaya ga terlalu bertentangan?makasi mas sebelumnya.

    • To Yessica: di sampoerna saya ngga pernah. Betul, itu poin plus. Caranya, anggap saja semua itu teman2 kamu. Awali dengan bahasa yang santai aja. Dgn bgitu jadi ngga terkesan menguasai grup. Betul, ngga ada salah dan benar. Walaupun kelompok kita ngga berhasil memecahkan masalah yang diberikan, tidak masalah. Yang dinilai adalah individu. Jangan mematahkan pendapat orang, tapi challange dengan pertanyaan, giring ke pemikiran dan pendapat kita. Di sebuah grup diskusi, kita jangan nyambungin2 jawaban kita yang jelas2 bertentangan, tapi kalau memang forum setuju, ya sudah, kita akui ke forum “oke saya stuju, namun ada beberapa catatan yang harus diperhatikan bla bla bla”

  14. Mas, thanks untuk blog nya (setelah nyari di mbah google, cm nemu blog ini yg kasih tips ttg FGD)!
    Mau tanya:
    1. mungkin gak sih soal di FGD itu terkait dengan bidang industrinya? Kebetulan minggu depan saya ada FGD di Pertamina sbg Sec. dan ini FGD pertama saya.
    2. karna ini discussion, kalau kita yang memulai dan membuat kesimpulan, mungkin gak kalau kita dianggap mendominasi? Ada tips kah apabila situasi dalam kelompok itu hampir smua mencoba mendominasi atau termasuk aktif berbicara?

    Thank you!

    • To Winnie:
      1. Biasanya soal FGD itu sama sekali ngga terkait dengan industrinya. Permasalahannya kadang ngga masuk akal juga, tapi yang dinilai adalah cara kita berpikir dan cara kita kerjasama menyelesaikan masalah.
      2. Kamu ngga perlu memikirkan orang yang mendominasi, ikuti saja naluri kamu dengan fokus adalah masalah terselesaikan. Buang jauh2 pikiran yang membebani bahwa saya harus ini itu. Kalau memulai dan memberi kesimpulan itu bagus banget, itu dominasi positif.

  15. bermanfaat sekali gan postingan nya. dulu ane sering banget gagal kalo masalah tes kerja yang berhubungan dengan communication skill, tapi pas ane sering baca-baca artikel di internet tentang tips masuk kerja, alhmdulillah ane sekarang bisa lolos gan kalo tes nya tentang communication skill, sekarang ane juga nulis-nulis di blog ane yaitu birulinc.com tentang tips masuk kerja gitu,, biar bisa berbagi ke para jobseeker yang sedang cari kerja.

    • To Faizal: Amiin. Saya menulis blog ini supaya bisa bantu jobseeker lainnya. Hanya ini cara yg bisa ane lakukan untuk bantu. Mari berbagi pengalaman dan inspirasi.

  16. aku mau tanya, apakah sifat introvert dan cenderung pendiam pengaruh gak sih di FGD? soalnya aku pernah gagal di FGD gara2 aku mungkin terlalu pasif kali ya, ngomong kalo diminta aja…
    ada tips gak untuk FGD bagi yang sifatnya memang cenderung pasif?

    • To Theodora:
      Setiap FGD itu kriterianya berbeda, tergantung kebutuhan perusahaan. Misalnya perusahaan oil service kya schlumberger, mereka lebih suka orang yang speak up.
      Bagi yang sifatnya pasif/introvert, berlatihlah untuk menyampaikan pendapat dan mendapatkan perhatian orang saat kita bicara. Walaupun sesekali bicara, tapi kalau kita bisa membuat orang mendengar dan paham dengan apa yang kita sampaikan, itu adalah hal yang sangat posistif.
      Pada saat FGD jangan gugup atau takut nanti orang tidak mendengar. Kalau pendapat kamu berbobot, orang pasti dengar. Jadi satu hal lagi, asah kemampuan komunikasi dan analitik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s