Backpacking Asia Tenggara: Laos

continued from Vietnam part….

Saya, kamal dan reza, kami memasuki Laos lewat jalur darat, berangkat dari Hanoi menuju Vientiane menggunakan bis sleeper. Harga tiket bis ini sekitar USD11. Saya, kamal dan seorang cewe jerman yang masih muda dapat seat di paling belakang, senang sekali dapat teman cewe bule umur 19 tahun yang menemani perjalanan di bis, hehe. Kami berangkat pukul 8 malam dari stasiun bis Hanoi. Dari hotel ke stasiun bis kami diantar oleh orang hotel.

Satu lagi teman perjalanan, yaitu seorang Ibu2 yang kopernya segede gaban. Saya dan kamal membantu Ibu ini menaikkan barangnya ke atas bis, dia orang filipina dan ternyata bisa berbahasa indonesia.

Day 1

Kami memasuki perbatasan darat Vietnam-Laos pada pukul 11.00. Perbatasan ini terletak di pegunungan, ditutui oleh kabut, sungguh suasana yang berbeda, apalagi dengan adanya petugas imigrasi dengan tampang sangar menanti di post check-out. Jarak antara pintu keluar Vietnam dengan gate masuk Laos lumayan jauh, sehingga kami harus berjalan kaki. Petugas imigrasi vietnam mengira kami adalah orang vietnam, jadi kami disuruh masuk antrian orang vietam, gaya bicaranya seperti membentak-bentak, saya jadi berasa tawanan perang vietnam.

pass the border

Di gate masuk Laos, saya terpaksa membayar USD1 sebagai uang pelicin, kalau petugas imigrasi tersebut tidak kita sisipkan uang satu dolar, jangan harap paspor kita akan di cap, dibiarkan tergeletak begitu saja. Ternyata pungli juga ada disini.

Setelah menyelesaikan urusan keimigrasian kami istirahat sejenak di warung, disini kami ditraktir makan oleh Ibu yang kami tolong angkat kopernya kemaren. Sebagai seorang backpacker tentu saja kami senang mendapat hubungan mutualisme seperti ini. Setelah makan, kami kembali ke bis, journey continued.

Saya sampai di terminal bis sekitar pukul 1 siang, dari terminal ke pusat kota, kami naik tuk-tuk.  Kesan pertama saya ketika melihat kota ini adalah “miskin dan kotor”. Kota Vientiane tidak mewah sama sekali, seperti kota cimahi, tidak lebih. Udaranya berdebu, tata kotanya tidak rapih. Namun, disini kita bisa wisata budaya, banyak hal yang bisa dilakukan disini. Untuk wisata alam, sedikit sekali namun bagus.

Kami mendapat hotel murah dengan harga USD15/kamar. Lalu kami berjalan keliling kota, sightseeing.

night walking

night walk

 

Day 2

Ada perubahan pada itinerary kami karena suatu dan lain hal, singkat cerita sekitar pukul 11, kami berangkat menuju Nong Khai, Thailand, untuk menuju Bangkok. Dari Vientiane kami naik bis, bis yang mirip dengan damri Indonesia. Bis ini menuju stasiun Nong Khai. Jadi kami melewati perbatasan dengan bis ini. Disini ada perbedaan, kendaraan di laos lajur kanan, sedangkan di Thailand lajur kiri.

Dari Nong Khai, kami naik kereta sleeper menuju Bangkok. Can’t tell much in this part..

continued to Thailand part..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s