The Beauty of Lombok

Lombok

Lombok, sebuah pulau yang terletak di Nusa Tenggara Barat, adalah pulau indah tiada tara. Orang-orang bilang “lost piece of paradise”. Telah lama saya berhasrat untuk mengunjungi pulau ini, namun tak kunjung jadi. Kebetulan pada bulan Januari 2012, saya mendapat tiket promo Airasia untuk Bandung-Denpasar PP seharga 400 ribu rupiah, untuk keberangkatan bulan Maret. Saya tidak yakin saya akan ada waktu untuk berangkat, namun saya gambling untuk mengambil tiket super murah itu.

Pada bulan Maret 2012, seminggu sebelum hari keberangkatan, saya masih belum yakin apakah saya jadi berangkat atau tidak, pasalnya saya baru pulang backpacking keliling asia tenggara, otomatis terserang kantong kering. Tetapi saya pikir lagi, kapan lagi ada waktu buat jalan2 karena sebentar lagi sudah akan lulus kuliah dan kerja. “Uang bisa dicari, tapi waktu tidak bisa”.

Tepat 5 hari sebelum berangkat, khairul, teman saya datang ke kostan, spontan saja saya mengatakan rencana jalan2 ke lombok, ternyata responnya positif, saat itu juga saya membantu dia untuk membeli tiket pesawat. Khairul terbang dari Jakarta, sebab keberangkatan langsung dari Bandung sudah mahal. Kami janjian bertemu di Bandara Ngurah Rai Bali.

Day 1

Arrive at Denpasar

Hari itu cerah sekali, saat akan mendarat di Denpasar, pemandangannya begitu indah dari atas pesawat. Sesampai di Bandara saya berjalan kaki keluar, disana khairul sudah menunggu dengan sepeda motor rental. Khairul berangkat dari Jakarta pukul 5 pagi, jadi dia sampai duluan.

Kami langsung menuju terminal ubud, makan siang disana dan mencari angkutan ke pelabuhan padang bai. Dari sini kami menumpang mobil L300 warna putih, dengan ongkos 40.000/orang. Angkot ini ngetem lama, menunggu mobilnya penuh, akhirnya brangkat pukul 3 sore. Sebaiknya berangkat menggunakan bus langsung dari Denpasar ke Mataram, jangan beli lewat calo, beli langsung di loket bis.

Sampai di pelabuhan padang bay sekitar pukul 5 sore. Untungnya ada keluarga yang juga ingin naik kapal, jadi kami bertanya kepada si bapak, dan nebeng soal urusan tiket (maklum belum tahu situasi disana seperti apa). Harga tiket kapal penyebrangan sekitar 25.000 rupiah. Penyebrangan memakan waktu sekitar 3-4 jam. Kami sampai di pelabuhan ketapang pukul 10 malam, lalu sewa angkot bersama keluarga tadi. 1 angkot harga sewanya 100.000, jadi kami patungan.

Kami sampai di mataram sekitar pukul 12 malam, langsung menuju hotel internasional. Namun hotel internasional penuh, jadi kami beralih ke hotel cendrawasih. Hotel ini cukup murah, hanya 60.000/malam, dengan fasilitas dua ranjang.

Day 2

Air Terjun Kelambu Lombok

Hari pertama, kami berangkat ke air terjun kelambu, yang terletak di kaki gunung rinjani. Saya menyewa sepeda motor selama 4 hari, dengan harga perhari 50.000 . Selama 4 hari kedepan, saya berkeliling kemana mana menggunakan sepeda motor ini. Kalau dihitung-hitung biayanya menjadi hemat.

Akses menuju air terjun ini cukup bagus untuk dilalui sepeda motor, bahkan mobil sekalipun bisa mencapai lokasi air terjun ini. Pertama kita menemukan air terjun yang terdiri dari 3 air terjun, lalu jika mau berjalan kaki mendaki dan menurun sedikit gunung, kita menemukan air terjun kelambu yang masih perawan dan sangat berbeda dengan air terjun lainnya dengan air yang bersih.

Saat sore menjelang, kami langsung menuju pantai senggigi untuk melihat keindahan sunset. Perjanalan dari lokasi air terjun ini ke kembali ke mataram sangat indah, langit biru, sawah yang mulai menguning terhampar luas, sungguh sangat memanjakan mata.

Ayam Taliwang

Sesampai di pantai senggigi, keindahan lain menyambut mata, dari pantai senggigi kita dapat melihat gunung agung yang ada di Bali. Saat itu kebetulan ada bulan dan satu bintang tepat di atas gunung agung yang menjulang. Pantai senggigi memang terkenal di Lombok, ini adalah salah satu tempat yang wajib dikunjungi.

Malam harinya, kami makan di restoran khas lombok, yang kami cari adalah ayam bakar dan goreng taliwang. Rasa dan tampilannya sangat mengesankan, merah dan pedas.

Day 3

Hari ini kami berangkat ke pantai Kuta lombok. Pantai ini terletak di selatan pulau lombok, dan merupakan salah satu tempat yang wajib dikunjungi. Pada awalnya kami ragu untuk menuju pantai ini, dengar dengar cerita bahwa jalan menuju pantai ini berbahaya jika ditempuh dengan sepeda motor, banyak rampok di jalan, apalagi jalannya berlubang-lubang. Namun kami beruntung, karena ada jalan baru menuju sana, yaitu melewati bandara internasional lombok. Saya diberitahu oleh resepsionis hotel.

Pantai Kuta

Jalan menuju bandara lombok sangat lebar, baru, mulus, dan sepi, sehingga saya bisa memacu sepeda motor sampai gasnya mentok. Jalanan sepi sekali dan berasa kosong. Dalam waktu setengah jam kami sampai di pantai Kuta. Memang bulan maret ini bukan waktu liburan bule eropa, jadi pantai ini terkesan sepi. Namun lebih baik begini, ketimbang pantai yang dipenuhi oleh bule-bule.

Kami menginap di losmen dekat pantai, hanya Rp100.000/malam/kamar. Harga yang cukup murah. Lalu sore itu juga kami pergi ke lokasi surfing, khairul membayar instruktur untuk belajar surfing, sedangkan saya hanya sightseeing, mengingat tidak mahir berenang apalagi lautnya cukup dalam dan ombak yang besar. Pantai Kuta ini sungguh sangat indah memanjakan mata, anginnya yang sepoi2 terasa nyaman di kulit, udaranya bersih dibawah langit biru. Ingin rasanya memiliki sepetak tanah dan bungalow di pantai ini.

Day 4

Pagi sekitar pukul 9, kami berangkat kembali menuju mataram. Namun hujan tak deras datang dan tak kunjung berhenti, akhirnya kami memutuskan untuk menempuh hujan tersebut, sesekali berhenti dan berteduh. Kami sampai di mataram sekitar pukul 1 siang, dengan kondisi basah kuyup. Kami menginap di hotel yang sama.

Sorenya hujan reda dan langit biru lagi. Lalu kami berangkat ke pantai senggigi untuk menikmati sore.

Day 5

Gili Trawangan

Hari ini kami berngkat menuju lokasi yang di nanti-nantikan, yaitu pulau gili trawangan. Saya berangkat dari mataram ke pelabuhan penyebrangan gili trawangan, mengendarai sepeda motor selama 1 jam. Cuaca siang ini cerah sekali. Oh ya, jika ingin berlibur ke daerah pantai, sebaiknya cari musim panas, supaya lautnya terlihat biru dan indah. Info tambahan, disini ada tiga pulau, yaitu gili trawangan, gili meno, dan gili air. masing-masing pulau memiliki ciri khas. Gili trawangan adalah tempat wisata umum, gili meno lebih dikhususkan untuk pasangan yang ingin berbulan madu, sedangkan gili air dikhususkan untuk tempat diving dan snorkeling. Terdapat jasa island hop menggunakan perahu.

Sepeda motor bisa dititipkan di tempat penitipan, di dekat pelabuhan, biaya per malamnya hanya sekitar Rp.10.000. Lalu menyebrang menggunakan perahu motor berkapasitas sekitar 25 orang, dengan waktu tempuh sekitar 20 menit. Begitu sampai di gili trawangan, saya langsung terkesan dengan keindahan pantainya. Dengan bersemangat mencari penginapan yang letaknya dekat panyai. Kami dapat penginapan dengan harga Rp150.000/malam/kamar. Kamarnya lebih mirip seperti bungalow. Lalu sewa sepeda Rp 70.000 untuk dua sepeda.

Bersepeda mengelilingi pulau ini sungguh menyenangkan, apalagi terjun ke pantai. Disini juga terdapat lokasi snorkeling, namun karena keterbatasan budget kami tidak mencoba snorkeling di sini. *lain kali saya akan kesini lagi.

Malam harinya, terdapat foodcourt pinggir pantai yang menyediakan berbagai macam makanan. Namun jika dibandingkan dengan di mataram, semua harga di gili trawangan lebih mahal, wajar karena butuh biaya transportasi tambahan.

Day 6

Kami belum puas untuk menjelajahi pulau ini, sehingga hari ini kami kembali mengelilingi gili trawangan, sambil menikmati sunrise. Pukul 10 kami kembali lagi ke mataram. Dari mataram ke denpasar kami menumpang bis langsung, berangkat pukul 5 sore dari terminal bis cakranegara. Ongkos bisnya adalah Rp 170.000. Kami sampai di terminal bis denpasar pada pukul 1 malam. Bingung juga, apakah akan menginap di hotel atau tidak. Akhirnya kami menginap di penginapan jalan poppies, dengan harga Rp150.000/malam/kamar.

Day 7

Pagi harinya adalah waktu santai-santai, saya berenang sedangkan khairul langsung berangkat ke bandara, pesawat berangkat pukul 11 menuju Bandung. Sedangkan saya pesawat pukul 11 malam, jadi terpaksa menghabiskan waktu di kuta bali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s