Flashpacking ke Teluk Kiluan, Lampung

Untuk melihat lumba-lumba langsung di habitat aslinya, tidak hanya ada di pantai lovina Bali. Ada lokasi yang lebih alami dan lebih menantang, yaitu teluk kiluan, Lampung. Di teluk ini kita bisa memakai jukung menuju tengah laut untuk melihat lumba-lumba melompat-lompat di habitat aslinya. Selain itu, disini juga terdapat spot snorkeling.  Teluk kiluan cukup sulit untuk dicapai, namun bagi para backpacker ini merupakan tantangan yang sangat menyenangkan.

Teluk kiluan terletak di ujung pulau sumatera, propinsi Lampung, berjarak sekitar 3 jam dari kota Bandar Lampung. Akses jalan menuju teluk kiluan ini masih banyak yang belum diaspal, jalannya kecil. Petunjuk arahnya cukup lengkap, namun jangan bayangkan petunjuk arah yang ada di kota. Petunjuk arahnya hanya berupa papan-papan kecil yang bertulisan teluk kiluan, sepertinya ini dibuat oleh warga lokal. Bahkan ada jalan yang sudah putus, sehingga kita harus melewati lapangan bola sebagai jalur alternatif.

Saya dan teman2 backpacker yang selalu kompak, yang terdiri dari Dhito, Kamal, Rizky, Khairul, Luthfi, Adi, dan saya sendiri, mengeksekusi rencana flashpacking dengan durasi dua hari, yaitu selama weekend. Kami start dari Jakarta pada hari jumat malam, dengan menumpangi bis damri jurusan Gambir-Bandar Lampung kelas bisnis AC. Harga tiketnya adalah Rp115.000, cukup murah dengan kenyamanan yang kita dapat. Memang kalau untuk flaspacking lebih baik memilih transportasi yang nyaman, agar tubuh kita fit saat main time. Hal ini sangat penting mengingat pendeknya waktu yang kita miliki. Lain halnya dengan Adi, salah satu tim kami, dia berangkat dari terminal kampung rambutan dengan menumpang bis jurusan merak, lalu menyebrang ferry, lalu menumpang bis dari bakauheni ke bandar lampung. Adi ingin mencoba ngeteng angkutan.

Kami berangkat dari Gambir pukul 10 malam, sampai di Bandar Lampung pagi pukul 6. Begitu sampai di terminal, kami langsung nongkrong dulu di warung nasi padang, untuk ngeteh dan minum kopi. Selang 15 menit, Adi juga sampai di terminal, dan bertemu dengan mobil rental yang sudah kami booking sebelumnya. Kami merental mobil avanza 1,5 hari dengan harga Rp450.000 sudah dengan supir. Kami dijemput di terminal ini dan langsung berangkat ke destinasi utama, yaitu teluk kiluan, namun sebelumnya kami sarapan dulu di jalan, makan lontong sayur.

Setelah mengisi perut, kami melanjutkan perjalanan. Di tengah perjalanan, kami melihat pantai yang sangat indah, namanya pantai clara, lalu kami memutuskan untuk berhenti sejenak disini. Pasir di pantai ini sangat bersih dan putih. Selagi menikmati pemandangan ini, kami ditwarkan perahu ke pulau (saya lupa namanya, sebut saja X), dengan harga 15.000/orang. Tukang perahu ini mengatakan bahwa pasir di pulau itu sangat lembut dan putih. Waktu menunjukkan pukul 9.30, setelah kami pikir, waktunya cukup jika kami menghabiskan waktu sampai jam 11. Lalu kami menyebrang ke pulau X ini.

Sesaat sebelum menepi, mata saya takjub dengan putihnya pasir pantai di pulau kecil ini. Begitu menginjakkan kaki di pasir pantai, saya melonjak kegirangan, ini pasir terlembut yang pernah saya temukan sepanjang sejarah backpacking. Saya langsung tiduran dan menimbun badan di pasir yang lembut ini, persis terasa seperti bedak/tepung. Saya, rizky dan khairul menimbun diri, sedangkan yang lainnya sibuk berenang dan lemparan2an bola pasir.

Setelah puas menimbun diri, saya bergabung untuk berenang. Sambil berenang ini kami bermain bola air dan sesekali lempar2an dengan bola pasir. Pulau ini sangat sepi, sehingga kami bebas berbuat sesuka hati. Namun harus hati-hati berenang disini, sebab banyak ubu2-ubur yang suka menyengat. Saya kena sengat beberapa kali, akibatnya terasa gatal.

white sand at clara

boat at clara

pantai clara

Pukul 11.00, setelah puas menikmati pulau ini kami balik ke pantai clara. Dari pulau X ke pantai clara hanya 10 menit. Lalu kami mandi membersihkan badan, setelah itu melanjutkan perjalanan pada pukul 11.30. Kami makan siang di rumah  makan padang kecil yang rasanya lumayan enak, lalu shalat di mesjid terdekat. Ternyata kami salah jalan, simpang menuju teluk kiluan sudah terlewat, sehingga kami memutar arah. Walaupun disini daerah kampung, tapi terdapat beberapa Alfamart disini, jadi jangan takut kehabisan logistik.

Setelah melewati jalan yang sangat jelek, bertanah, bahkan tidak ada aspalnya, akhirnya kami sampai di teluk kiluan pukul 3 sore, disini tidak ada sinyal hp, karena teluk ini dikelilingi oleh bukit dan sangat terpencil. Karena kami tidak membawa tenda, jadi kami menyewa penginapan dengan harga 400.000/malam sudah lengkap dengan makan malam dan sarapan pagi. Jika anda ada kesempatan untuk membawa tenda, lebih baik camping, disamping lebih murah juga lebih seru. Penginapannya hanya berupa satu ruangan tanpa kamar, namun ada kamar mandinya. Ruangannya besar, jadi cukup untuk kami bertujuh.

Sore ini kami tidak melakukan apa-apa, jadi kami menghabiskan waktu dengan santai-santai menikmati sore hari ditemani angin laut. Kami berjalan sekeliling pantai di teluk ini, dan malam harinya kami habiskan dengan bermain kartu. Untung di penginapan ini ada genset, jadi ada lampunya.

Minggu pagi, sekitar pukul 7, kami bersiap-siap untuk memburu lumba-lumba. Untuk melihat lumba-lumba, memang harus pagi, mulai dari pukul 6 sampai pukul 10. Kami menyewa 2 jukung, sewa 1 jukung adalah Rp200.000. Kapasitas jukung ini hanya 3 orang, namun karena badan kami kecil-kecil jadi bisa diisi berempat, dan jukung satu laginya diisi bertiga. Jukung ini sejenis perahu kecil tradisional, namun sudah pakai mesin.

Gelombang laut pagi ini cukup besar, jukung kami terombang ambing ditengah besarnya gelombang, bahkan terkadang saya tidak melihat jukung lain yang seolah-olah hilang tertelan arus, padahal kami terhalang gelombang yang tingginya mungkin 2 meter. Kini saya tahu kenapa kami harus memakai live vest. Pada awalnya sangat meyeramkan, saya sangat takut , tapi lama-lama saya terbiasa dengan kondisi ini. Kamal sudah muntah2 dan tepar.

Setelah lama berputar-putar, kami tidak melihat satu ekorpun lumba-lumba, memang tidak bisa dipastikan kita bisa melihat lumba-lumba di habitat aslinya. Kalau mau yang pasti, di kolam lumba-lumba seaworld saja. Ternyata ada ilmunya untuk mencari lumba-lumba. Pagi hari adalah waktu bagi lumba-lumba untuk mencari makan, begitu juga dengan burung laut. Makanan mereka sama, yaitu ikan kecil. Jadi dimana ada burung mengincar mangsa, disana juga ada lumba-lumba.

Akhirnya setelah sekian lama dalam pencarian, kami menemukan segerombolan lumba-lumba. Mereka berenang secara bergelombolan dan dalam barisan sambil melompat-lompat. Senang sekali rasanya, susah payah ini terbayarkan dengan lompatan luma-lumba itu. Kami rekam dan take picture of that dolphin. Jam sudah menunjukkan pukul 10, akhirnya kami balik ke teluk. Luamayan puas lah, walaupun sebenenarnya masih belum puas.

Ada pulau kecil di teluk kiluan, disini lah tempat camping dan snorkeling. Saya sendiri tidak snorkeling, karena saya liat tidak ada spot yang bagus untuk snorkeling. Saya menemukan aktifitas lain, yaitu membuat istana pasir bersama luthfi, adi dan rizky. Namun istananya runtuh melulu, lalu muncullah ide kreatif lain, yaitu membuat kapal. Ya, cukup menyenangkan.

Teluk Kiluan

Teluk Kiluan

Looking For The Dolphin

Sekitar pukul 11.30 kami balik ke daratan teluk, beres-beres bersiap balik ke Bandar Lampung. Setelah makan siang dan shalat zuhur, kami berangkat menuju BL. Kami sampai d BL sekitar pukul 4 sore, langsung menuju toko oleh2 khas Lampung. Lalu kami ke stasiun membeli tiket bis damri kelas eksekutif, dengan harga Rp150.000, keberangkatan pukul 8 malam. Menjelang itu, kami menghabiskan waktu di mall dekat stasiun tersebut. Kami sampai di Jakarta pagi pukul setengah 6. Pas sekali, langsung ke  kostan untuk mandi dan berangkat ke kantor sebelum jam 7.

Hari selasa, saya mendapat kabar bahwa kamera SLR khairul hilang entah dimana. Sayang sekali padahal rekaman lumba-lumba dan foto terbaik kami ada di kamera itu.😦

2 thoughts on “Flashpacking ke Teluk Kiluan, Lampung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s