Ketidakberadaban di Tengah Peradaban Manusia

“Peradaban yang lebih maju, modern dan kemajuan kemanusiaan”

Kata-kata inilah yang seringkali kita dengar di media. Teknologi diciptakan untuk memajukan peradaban manusia. Industri pangan seperti sawit menjamur dimana-mana, dengan dalih memenuhi kebutuhan manusia. Industri perkayuan menebang pohon dimana-mana dengan dalih memenuhi kebutuhan manusia. Industri energy di akselerasi untuk memenuhi kebutuhan energy dan electricity manusia. Semua itu dilakukan demi kemajuan peradaban umat manusia.

Namun dibalik itu, banyak ketidakberadaban yang telah kita lakukan, dimana beritanya terhimpit oleh berita diatas. Hutan ditebang dan dibakar untuk dijadikan kebun sawit, area pertambangan, dan area perumahan. Untuk itu semua, hewan-hewan kehilangan rumah bahkan nyawa mereka. Tidak sedikit kasus pembukaan lahan diiringi dengan pembakaran hutan yang otomatis pembakaran orang hutan dan hewan lainnya, serta pembunuhan orang hutan secara brutal, ditembak dengan senjata api.

Tidak ada yang salah dengan kebutuhan manusia, memang kita butuh sumber daya alam, kita butuh itu semua. Namun apakah untuk memenuhi kebutuhan itu kita harus mengorbankan hutan dan hewan yang ada di dalamnya. Hal yang salah adalah cara kita memanage itu semua.

Beberapa kali saya nonton National Geographic, miris dan sedih sekali rasanya melihat keadaan di Kalimantan, orang utan dibunuh secara brutal, hutan ditebang sembarangan. Kenapa untuk memajukan peradaban kita harus bersikap tidak beradap seperti ini. Memang bumi dan isinya diciptakan Allah SWT untuk manusia, namun bukankah kita adalah khalifah, pemimpin. Kita bertanggung jawab atas kerusakan yang kita perbuat di muka bumi ini.

Di kalimantan dan Sumatera sana, ada masih ada beberapa orang yang peduli terhadap orang utan. Namun mereka adalah WNA semua, OK, terima kasih sekali untuk beliau2 yang rela mengorbankan semuanya demi kelangsungan hidup orang utan di sana. Namun, dari sisi lain, kemana orang Indonesia? bukankah tanah air ini milik dan tanggung jawab kita? jangan buat alasan, himpitan ekonomi lah. Ingat, tanah air ini tanggung jawab kita, kerusakan yang ada diatasnya adalah hasil perbuatan kita.

Minimal, donasikanlah sebagian harta kita untuk konservasi orang utan dan satwa lainnya yang terdapat di kalimantan san sumatera. Betapa beruntungnya kita orang indonesia, ada orang asing yang mau dan rela mengurus tanah air kita, lalu kita hanya berdonasi, sulitkah untuk melakukan itu??? “Jangan jadi manusia yang tidak tahu di untung”

Berikut adalah yayasan konservasi yang dikelola orang prancis dan amerika:

http://wildlifedirect.org/participate/

http://chaneekalaweit.blogspot.com/

http://www.kalaweit.org/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s