Tips Menjalani Interview

Sudah banyak tulisan di beberapa website tentang bagaimana tips menghadapi interview kerja. Namun rata-rata sangat normatif dan ideal sekali, sedangkan untuk mencapai kondisi ideal itu tidak semua orang bisa. Untuk itu saya ingin menulis tips berdasarkan pengalaman saya, bukan secara teoritis.

Interview adalah proses dimana interviewer ingin mengetahui lebih dalam mengenai diri kita. Namun waktunya sangat singkat untuk mengetahui seseorang. Sehingga dalam waktu yang sempit itu kita harus bisa membangun citra yang baik. Sebab manusia cenderung menilai kita dari first impressionnya, sehingga kita harus memanfaatkan waktu yang singkat tersebut sebaik-baiknya.

1. Pertama

Tunjukkan percaya diri yang tinggi. Jika kita berhasil membangun rasa percya diri, maka akan mempengaruhi sikap. Misalnya dalam bersalaman, orang yang punya percaya diri tinggi jabatan tanggannya terasa pasti dan yakin, begitu juga dengan tatapan matanya. Berbeda dengan orang yang rasa percaya dirinya rendah, aura jabat tangannya lemah, tatapan matanya tidak yakin. Dari sini saja seorang interviewer sudah mendapatkan gambaran awal mengenai orang yang di interview, tanpa disadari.

Percaya diri yang tinggi adalah modal utama dalam interview, analoginya adalah peluru bagi senjata. Seberapa tajam peluru ditentukan oleh seberapa tinggi rasa percaya diri. Dalam menjawab pertanyaan yang sulit sekalipun, jaga rasa percaya diri. Fokus pada kelebihan anda, jangan menjatuhkan mental sendiri dengan mengingat kelemahan anda. Seringkali interviewer memberikan pernyataan yang menguji mental dan rasa percaya diri. Misalnya: Anda yakin bisa bekerja disini? Anda yakin anda bisa lulus interview dengan saya? Jawablah dengan percaya diri bahwa anda BISA, disertai dengan alasan yang rasional dan sedikit menjual diri.

2. Kedua

Keep Calm. Ini sangat penting, anda harus merasa rileks dan santai agar terjalin komunikasi interpersonal yang baik. Orang yang menginterview anda bukanlah sebuah mesin yang hanya butuh jawaban. Interviewer butuh jawaban beserta emosinya. Anda harus bisa menjalin pembicaraan yang intim, sehingga tercipta komunikasi yang mengandung emosi. Misalnya anda bercerita dengan semangat, interviwer akan mengikuti alur anda cerita dan emosi yang anda sampaikan. Kalau bisa dia ikutan semangat dan menggebu-gebu mendengar cerita anda. Buat interviewer merasakan apa yang anda rasakan.

3. Ketiga

Ketika anda ditanyakan mengenai kelemahan, maka jangan malu untuk mengakuinya, sebutkan saja apa adanya. Namun dalam penyampaiannya, buatlah kekurangan anda itu terkesan tidak menghambat kinerja anda. Malah menjadi pembelajaran yang baik, atau tonjolkan manfaat positif dari kelemahan anda. Cara penyampaiannya pun jangan dengan nada merendah. Ini akan membuat anda terlihat bahwa anda sangat mengenal diri anda, dan bisa mengontrol diri dengan baik.

4. Keempat

Percayalah bahwa anda mampu/capable. Ini yang harus dipegang kuat2. Bagaimana orang akan yakin dengan kemampuan kita kalau kita sendiri tidak yakin dengan diri sendiri. Oleh karena itu, sampaikanlah skill anda dengan penuh percaya diri, jika ditantang dengan pertanyaan seperti: ‘Bisakah anda nanti bla bla bla..”, jawab saja BISA! walaupun anda belum tahu caranya. Bilang saja, “saya pasti bisa, namun memang butuh waktu untuk belajar terlebih dahulu”

Rasanya sekian yang dapat saya sampaikan, saya memberikan tips dari sisi lain. Untuk tips teknis mengenai pakaian, konten dll, anda bisa baca di website2 yang bejibun jumlahnya di internet. Semoga dapat menginspirasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s