Ranu Kumbolo (Semeru) – Bromo

Backpacking kali ini dinamakan Mendaki Semeru sampai Ranu Kumbolo dan Bromo. Ini berawal dari hasil rangkuman jadwal libur dan cuti bersama 2012 yang saya search di internet. Saya menemukan banyak long weekend, di bulan november dan desember. Lalu saya melempar wacana tersebut kepada teman2 backpacker, akhirnya kami sepakat untuk memanfaatkan waktu long weekend november ke Ranu Kumbolo dan Gunung Bromo. Kali ini tim terdiri dari Dhito, Lutfi, Pras and Brother, dan saya sendiri.

Tanggal 15 November saya dan lutfi berangkat dari stasiun senen, Jakarta. Kami berangkat pukul 14.00 dengan kereta matarmaja (Senen-Malang) kelas ekonomi, harga tiketnya hanya 51.000, murah sekali. Sebenarnya awalnya kami mau naek kereta kelas eksekutif, namun kami kehabisan tiket, padahal itu H-30. Memang ya, kalau mau bepergian ke Jawa menggunakan kereta musti beli jauh-jauh hari, kalau bisa dua bulan sebelum berangkat.

Ini adalah kali ke tiga saya naik kereta ekonomi. Kereta ekonomi sekarang jauh lebih tertib dari pada dua tahun yang lalu, ketika saya naik kereta ekonomi Bandung-Jogja. Keretanya penuh dan sesak, saya tidak dapat tempat duduk, dilengkapi oleh pedagang asongan yang tiap sebentar lalu lalang sambil menawarkan dagangannya tengah malam sekalipun. Sudah panas, pengap, ngga bisa tidur pula karena selalu diganggu pedagang asongan. Lengkap sudah penderitaan berdiri semalaman suntuk. Namu sekarang tidak ada lagi yang berdiri, tiket dijual sebanyak jumlah tempat duduk yang ada.

Kami sampai di Stasiun Malang pukul 7 pagi esok harinya. Dhito dan Pras n brother sudah sampai duluan, jadi begitu kami sampai, mereka sudah menunggu di disana. Sebelum berangkat ke Tumpang, Lutfi berubah pikiran untuk mengubah  jadwal baliknya, yang pada awalnya tanggal 17 menjadi tanggal 18, sebab tidak puas kalau hanya semalam disana. Namun untuk baliknya ternyata sold out, sehingga dia memutuskan untuk menumpang bisa surabaya-jakarta.

Untuk menuju semeru kami terlebih dahulu berangkat ke desa Tumpang. Dari staisun-tumpang, kami sewa angkot dengan harga 75.000. Sampai di tumpang sekitar pukul 10, saya ke puskesmas terlebih dahulu untuk mendapatkan surat keterangan sehat sebagai syarat untuk mendaki. Finalisasi perbekalan dilakukan disini, karena ini adalah desa terakhir yang ada pasarnya.

Untung saja kami bertemu dengan rombongan mapala UI, sehingga kami bisa nebeng di truk mereka (tetap bayar tentunya masing-masing 30.000), jadi bisa langsung berangkat begitu selesai shalat jumat. Kami berangkat ke ranu pane sekitar pukul 1 siang. Jalan dari tumpang ke ranu pane sangat menanjak, dan jelek. Tapi itu menghasilkan sensasi tersendiri ketika berada diatas truk. Kami sampai di Ranu Pane sekitar pukul 2 siang, dan langsung disambut oleh hujan.

Kami mendaftar di pos perizinan dengan menyerahkan fotokopi KTP dan surat keterangan sehat, lalu mengisi form data pribadi dan daftar barang yang dibawa. Kami mulai start jalan pada pukul 3.30 sore, dengan kondisi masih hujan. Jadi kami berjalan menggunakan ponco. Baru setengah jalan, pundak saya sudah sangat pegal, karena isi tas masih penuh oleh bekal dan minuman, namun karena semangat yang tinggi hal itu terlupakan. Memang mendaki menuntut kondisi fisik yang prima.

Total perjalanan dari Ranu Pane ke Ranu Kumbolo adalah 11km yang terdiri dari 4 pos. Begitu sampai di pos 4, kami sudah dapat melihat lampu-lampu dari pendaki yang sudah settle di penggir ranu kumbolo, sesaat itu juga semangat kami bertambah agar cepat sampai disana. Akhirya kami sampai sekita pukul 8, langsung memasang tenda dan mengeluarkan perkakas masak.

Setelah tenda dipasang dan barang-barang sudah pada tempatnya, lalu kami masak nasi yang berasnya tidak dicuci terlebih dahulu, sarden dan indomi goreng. Makan malam yang sangat sederhana namun terasa nikmat karena perut lapar dan suasananya yang begitu dalam. Setelah makan malam, saya duduk-duduk sejenak sambil menikmati suasana malam diatas ketinggian 2400 mdpl, lalu tidur dengan nyenyak di dalam sleeping bag menunggu sunrise esok harinya.

Tanggal 17, esok harinya, sebelum fajar menyingsing, kami bangun dan mengambil wudhu di tengah dinginnya udara subuh. Lalu bersiap untuk menyambut fajar yang menghasilkan pemandangan indah. Untung pagi itu cuaca cerah sehingga kami dapat menikmati sunrise dan matahari pagi yang hangat menerpa kulit. Warna savana yang diterpa surya berubah menjadi kuning ke hijau-hijauan terliat seperti karpet yang terbentang luas. Saking indahnya, embun pun enggan jatuh dari dedaunan. Dari sini terlihat puncak gunung semeru yang gagah perkasa seolah-olah menantang dan berkata “sanggupkah anda menggapai puncak saya, puncak tertinggi di pulau jawa”. Hati saya pun merasa tertantang dan bertekad untuk kembali lagi kesini dan menjawab tantangan semeru.

Sekitar pukul setengah 9 pagi kami masak untuk sarapan pagi, menu kali ini sama dengan tadi malam, yaitu nasi yang berasnya tidak dicuci (karena kurang air), sarden dan indomie. Semuanya terasa begitu indah dan sayang untuk mengakhirinya. Namun sesuai rencana kami harus turun lagi kebawah, untuk melanjutkan perjalanan ke gunung bromo.

Sekitar pukul 10 kami bergerak turun. Ketika hampir sampai dibawah, tiba2 hujan turun, terpaksa jalan sambil hujan2an lagi, tapi untung hujannya tidak lebat.  Sesampai di Ranu Pane, kami langsung menuju warung nasi dan memesan soto ayam yang dihindangkan panas, cocok sekali dengan udara dingin disana. Perjalanan dilanjutkan dengan dengan menumpang jeep menuju gunung bromo. Sewa jeep ini adalah 500.000, mahal memang. Namun waktu itu membayangkan jalan kaki rasanya sudah tidak sanggup lagi.

Pemandangan sepajang jalan indah sekali, melewati savana dan bukit teletubis. Sebenarnya lebih baik jalan kaki agar dapat menikmati  pemandangan indah ini, namun karena sudah kecapean, apa boleh buat. Kami sempat berhenti sejenak di tengah savana itu dan berfoto-foto ria. berapa fotopun di shoot, tetap tidak puas. Harus kesini lagi untuk berjalan kaki.

Sampai di bromo sekitar pukul 3, kami langsung menaiki kawahnya, tas kami titipkan di pedagang bawah dengan memberi uang 10.000. Untuk naik ke sana, sudah ada tangga yang dibeton, jadi sangat mudah naik keatas, tidak ada tantangan sama sekali. Jadi berasa di taman wisata keluarga. Hanya kami yang jalan kaki naik keatas, selebihnya naik kuda karena tanjakannya cukup melelahkan bagi orang biasa.

Rencana awal, kami akan naik ke pananjakan 2 dan menginap disana, namun kondisi tidak mungkinkan karena Lutfi musti  turun dari bromo besok pagi-pagi. Lalu kami memutuskan untuk menginap di wisma murah (200.000) dan berangkat pagi buta ke pananjakan 1 untuk menyaksikan sunrise dan negri diatas awan. Satu kamar kami isi berlima, tapi tidak apa2, karena justru membuat hangat.

Pukul 3 pagi, kami hiking ke pananjakan 1, sekitar pukul 5 kami sudah sampai dan siap menyaksikan fajar. Saya menyaksikan mulai fajar mengintip malam sampai cahaya menyibak malam, sungguh momen yang sangat berkesan. Dari atas sana kita berada diatas awan, diatas awan tersebut nongol kawah gunung bromo. Seiring dengan naiknya matahari, awan tersebut  menghilang, dan pertanda saatnya turun kebawah.

Setelah sarapan pagi, kami naik bis kecil elf menuju probolinggo. Bis ini berangkat mulai pukul setengah sepuluh, dan tidak akan berangkat sebelum terisi penuh. Ongkosnya adalah 25.000. Begitu sampai di probolinggo, kami lanjutkan dengan bis patas ke surabaya. Surabaya-Jakarta saya tempuh dengan LionAir.

Desa Tumpang

Desa Tumpang

Sunrise At Ranu Kumbolo

Sunrise At Ranu Kumbolo

Morning light at Ranu Kumbolo

Morning light at Ranu Kumbolo

Ranu Kumbolo

Ranu Kumbolo

Semeru Background

Semeru Background

Semeru Background

Semeru Background

Savana Teletubis

Savana Teletubis

Mt. Bromo

Mt. Bromo

Mt. Bromo

Mt. Bromo

The end.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s