Just a moment in LIA English Debate Society

Setelah melihat beberapa debat di televisi nasional, saya jadi tersinspirasi untuk menulis artikel ini. Terkadang saya tertawa melihat cara politikus kita berdebat, cara mereka berdebat sama saja seperti orang berdebat di kedai kopi. Tidak ada tata cara yang memperlihatkan respect kepada lawan saat lawan bicara. Menurut saya, sangat kacau!. Namun tidak bisa disalahkan juga karena sistem pendidikan kita tidak pernah mengajarkan murid bagaimana cara bedebat yang benar.

Saya besyukur mendapat pengalaman dan pendidikan tentang berdebat. Sewaktu duduk di bangku SMA, saya pernah mengikuti lomba debat SMA 1 Padang, dan tim saya mendapat juara dua. Prestasi yang cukup membanggakan mengingat lawan saya adalah anggota MPK dan OSIS SMA 1 Padang.

Lalu sewaktu kuliah, saya diajak oleh salah satu teman sejurusan yang bernama Adi untuk ikut LIA englih debate society. Waktu itu LIA membuat society ini untuk siswanya, namun lama-lama, siswa yang tidak kursus di LIA pun boleh ikut. Pertemuan diadakan sekali seminggu di gedung LIA bandung yang dekat jalan banda. Disini saya belajar bagaimana cara debat gaya british parliementary. Intrukturnya bernama MR Ery. Sangat menyenangkan ternyata, debat cara ini sangat bermartabat. Secara ringkas begini tata caranya:

1. Masing-masing kubu pro atau kontra diberikan menyiapkan sebuah motion dan fakta yang mendukung motion tersebut. Kita punya waktu untuk menyampaikan fakta dan opini ini dalam waktu sekian menit. Semua kubu mendapatkan kesempatan yang sama secara bergiliran.

2. Pada round kedua, setiap kubu melanjutkan supporting opinion, namun pada kesempatan ini kubu lawan dapat melakukan POI (penyanggahan) dengan cara mengangkat tangan dan mengatakan POI. Kubu yang sedang bicara berhak memberikan kesempatan atau menolak. Namun disini terlihat kelemahan anda jika sering menolak, karena berarti anda takut untuk di sanggah. Ketika POI diterima, maka penyanggah dipersilkan menyampaikan sanggahannya, lalu dijawab oleh kubu yang sedang on floor. Lalu jika peyanggah tidak puas atau ingin menyanggah lagi, maka penyanggah wajib mengajukan POI lagi, tidak boleh langsung menanggapi. Begitu seterusnya sampai waktu habis.

3. Closing statement. Disini siharapkan disampaikan kesimpulan dari pernyataan sebelumnya yang menekankan fakta dan opini kita.

Dengan cara debat seperti ini, tidak ada debat kusir. Cara debat ini juga dipakai oleh obama sewaktu debat calon presiden. Cara debat ini sangat bermartabat dan bergengsi.

Sewaktu di LIA, Mr Ery sering mendatangkan bintang tamu dari luar negri yang kebetulan sedang exchange ke indonesia. Satu orang yang paling berkesan bagi saya adalah seorang cewe dari Uzbekistan yang merupakan juara debat internasional. Dia sangat jago dalam berdebat, selain itu parasnya yang cantik sangat memukau saat dia menyatakan statement2 tajamnya.

Bagi putra putri indonesia, belajarlah cara berdebat yang baik dan bermartabat.

2 thoughts on “Just a moment in LIA English Debate Society

  1. wah artikel yg bagus! membuat saya termotivasi untuk lebih giat belajar. saya ingin sekali bisa kuliah di NUS singapore. tapi tidak tahu bagaimana caranya,boleh berbagi info dengan saya? terimakasih. saya harap kakak bisa membantu

    • To Ovinda:
      Terimakasih, semoga artikelnya membantu. Kalau mau kuliah di NUS, gampang kok. Di websitenya nus.edu.sg sudah lengkap panduan pendaftarannya. Untuk beasiswa itu yang butuh usaha lebih.
      Yang susah adalah persiapan otak untuk tes nya. Jadi rajin2 belajar ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s